BERKARYA MELALUI BUKU, DOSEN DEPARTEMEN PSIKOLOGI TERBITKAN BUKU PSIKOLOGI EMOSI

Buku adalah jendela dunia. Begitulah ungkapan sederhana namun syarat akan penuh makna yang sudah seringkali kita dengar. Ungkapan ini menyiratkan bahwa buku merupakan sumber ilmu. Melalui buku, seseorang dapat mempelajari berbagai macam hal di dunia yang kemudian dapat meningkatkan pemahaman, wawasan, dan pengetahuan. Adanya buku dan minat untuk membaca sebuah buku akan berkontribusi bagi pengembangan diri seseorang ke arah yang lebih baik.

Kepedulian terhadap buku sebagai sarana pembelajaran yang dapat digunakan oleh mahasiswa merupakan salah satu faktor yang mendorong dosen Departemen Psikologi untuk menerbitkan sebuah buku berjudul “Psikologi Emosi”. Buku yang terbit pada awal tahun 2026 ini diinisiasi oleh Rida Yanna Primanita. Ia merupakan salah seorang dosen Departemen Psikologi yang mengabdi di Fakultas Psikologi dan Kesehatan. 

Yanna (sapaan akrab beliau), merealisasikan penulisan buku ini bersama rekan dosen lainnya, dan juga melibatkan para alumni Departemen Psikologi UNP. “Penulisan draft buku psikologi emosi ini sudah mulai disusun sejak lama. Hanya saja, realisasinya baru dapat diwujudkan sekarang bersama tim yang didalamnya terdiri dari dosen dan alumni”, tuturnya. 

Buku yang terdiri dari 10 BAB ini membahas berbagai hal dalam ilmu psikologi emosi. Pembahasan masing-masing BAB dari buku ini berkaitan dengan ruang lingkup psikologi emosi, teori dasar psikologi emosi, pengukuran emosi, ekspresi emosi, emosi dalam tahap perkembangan, kaitan emosi dengan proses kognitif, sosial, kepribadian, kesehatan, dan gangguan psikologi, serta ditutup dengan bab terakhir yang memaparkan tentang emosi dalam konteks budaya di Indonesia. 

Penulisan buku “Psikologi Emosi” tidak dilakukan Yanna tanpa alasan yang jelas. Diketahui, Yanna merupakan salah satu dosen pengampu mata kuliah psikologi emosi di Departemen Psikologi UNP. Ia menjelaskan bahwa penulisan buku “Psikologi Emosi” ini merupakan buku yang berkaitan dengan mata kuliah yang ia ajar. Melalui buku ini, ia berharap dapat memberikan alternatif sumber bacaan bagi para mahasiswa maupun orang-orang yang sedang mendalami psikologi emosi, untuk dapat memahami bahasan terkait psikologi emosi dengan bahasa yang mudah untuk dibaca dan dipahami, begitu juga alur berpikirnya. “Buku ini sudah coba dikenalkan kepada mahasiswa di semester ini dan tanggapan mahasiswa mengatakan bahwa buku ini memang mudah dipahami dan dibaca”, tutur Yanna.

Mengutip apa yang disampaikan Yanna pada halaman terakhir bukunya, ia berharap buku ini tidak hanya dapat bermanfaat bagi sarana pembelajaran, namun juga membantu individu dalam memahami emosi yang terjadi dan relevan dalam aspek kehidupan sehari-hari. “Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca untuk memahami emosi sebagai proses psikologis yang kompleks dan menyeluruh. Emosi dibahas tidak hanya sebagai pengalaman subjektif, tetapi juga sebagai fenomena yang berkaitan dengan cara individu berpikir, berinteraksi secara sosial, membentuk kepribadian, serta menjaga kesejahteraan psikologis. Dengan memadukan perspektif teoretis, empiris, dan konteks budaya Indonesia, buku ini diharapkan dapat membantu pembaca memahami peran emosi secara lebih mendalam dan relevan dalam kehidupan sehari-hari (rhmhrv).

Related posts

Leave a Comment