Kreativitas menjadi pintu masuk bagi mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), Universitas Negeri Padang (UNP) dalam membantu remaja mengenali dan mengelola emosinya. Melalui pengabdian masyarakat internasional, dua mahasiswa Psikologi FPK UNP, Kiki Geovannie dan Dhia Zahwa Fadhiela Andriani, di bawah bimbingan Dr. Mardianto, M.Si., melaksanakan intervensi regulasi emosi bagi remaja di Pusat Komuniti PPR Kg. Muhibbah, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kegiatan yang melibatkan 17 remaja tersebut dilaksanakan dalam dua sesi dengan memanfaatkan fotografi dan musik sebagai media intervensi. Pendekatan kreatif ini dirancang agar remaja dapat mengenali, memahami, sekaligus mengekspresikan emosi yang mereka rasakan melalui aktivitas yang dekat dengan minat dan keseharian mereka.

Menurut Dr. Mardianto, M.Si., kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama internasional antara Program Studi Psikologi FPK UNP dan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan (FSSK), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kolaborasi ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan psikologi secara langsung dalam konteks masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman akademik dan sosial di lingkungan internasional.
PPR atau Program Perumahan Rakyat merupakan program penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Malaysia. PPR Kg. Muhibbah tidak hanya berfungsi sebagai kawasan hunian, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program komunitas.
Salah satu program yang berlangsung di kawasan tersebut adalah Program Permata Remaja di bawah PERKASA (Pusat Pemerkasaan Remaja), UKM, dan Kementerian Pendidikan Malaysia. Program ini berfokus pada pengembangan potensi remaja, khususnya kelompok B40, yaitu 40 persen masyarakat dengan pendapatan terendah di Malaysia. Para peserta memperoleh berbagai keterampilan melalui kelas fotografi, vokal dan musik, kecantikan, button badge, serta cooking and bakery.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan mahasiswa Psikologi FPK UNP dalam memilih fotografi dan musik sebagai media intervensi. Dengan menggunakan media yang telah akrab bagi peserta, proses pengenalan dan pengelolaan emosi dikemas secara lebih menyenangkan, interaktif, dan tidak terasa seperti pembelajaran yang kaku.
Melalui aktivitas fotografi, peserta diajak menghubungkan gambar dengan pengalaman dan emosi yang mereka rasakan. Sementara itu, musik digunakan sebagai sarana untuk membantu peserta mengenali suasana hati serta mengekspresikan perasaan. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai emosi, tetapi juga membuka ruang yang aman bagi remaja untuk mengungkapkan pengalaman dan perasaan mereka.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak. Puan Azrina, Ketua Pentadbiran PERKASA UKM, menilai kegiatan yang dilakukan kedua mahasiswa Psikologi UNP sebagai pendekatan yang baru dan memberikan dampak positif bagi peserta.
“Saya merasa mereka berdua mempunyai idea yang begitu baik sekali dan memberikan impact yang besar juga,” ujar Puan Azrina.
Hal serupa dirasakan oleh salah seorang peserta berinisial A (15). Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam memahami sekaligus mengekspresikan emosinya.
“Selepas activity ni berlaku, saya rasa lebih happy, tenang, dan saya dapat mempelajari sesuatu ilmu baru tentang emosi. Saya juga merasakan manfaat dapat meluahkan perasaan saya di activity ni,” ungkapnya.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran yang mempertemukan teori psikologi dengan kebutuhan nyata di lapangan. Keterlibatan langsung dalam konteks lintas negara memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, kreativitas, dan penerapan intervensi psikologis secara kontekstual.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Kampus Berdampak, melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat lintas negara. Dari sisi pembangunan berkelanjutan, kegiatan tersebut turut mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kemampuan regulasi emosi remaja, SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis keterampilan dan pengalaman kreatif, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan antara UNP dan institusi di Malaysia.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Psikologi FPK UNP tidak hanya membawa pengetahuan akademik ke tengah masyarakat, tetapi juga menghadirkan pendekatan kreatif untuk mendukung perkembangan emosional remaja. Pengabdian di PPR Kg. Muhibbah menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menciptakan dampak positif sekaligus memperkuat jejaring pendidikan dan pengabdian masyarakat antara Indonesia dan Malaysia.(hannyrufaidah)