Dalam upaya memastikan kualitas dan relevansi kurikulum yang selaras dengan perkembangan pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja, Departemen Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Negeri Padang (UNP) menyelenggarakan Rapat Kurikulum pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Ruang Sidang FPK UNP dan melalui platform Microsoft Teams, sehingga dapat diikuti oleh seluruh dosen Departemen Psikologi yang bertugas di Kampus Padang maupun Bukittinggi.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Departemen Psikologi FPK UNP, Dr. Mardianto, S.Ag., M.Si., ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju rapat pleno kurikulum dan implementasi Kurikulum Program Studi Tahun 2026. Kegiatan dihadiri oleh seluruh dosen Departemen Psikologi yang secara aktif terlibat dalam penyusunan, evaluasi, dan pengembangan kurikulum program studi.
Dalam arahannya, Dr. Mardianto menekankan pentingnya penyelarasan antara deskripsi mata kuliah, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta bahan kajian yang disusun oleh masing-masing dosen pengampu. Selain itu, seluruh dosen juga diminta untuk menyesuaikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berdasarkan template terbaru, melengkapi bahan kajian setiap mata kuliah, serta memastikan kesesuaian CPL dan persentase pencapaiannya dengan visi, profil lulusan, dan CPL Program Studi dalam Kurikulum 2026.
Rapat diawali dengan pleno Departemen Psikologi yang membahas berbagai aspek pengembangan kurikulum. Selanjutnya, peserta melakukan penyesuaian format RPS sesuai ketentuan terbaru, dilanjutkan dengan presentasi dan pembahasan mata kuliah yang memiliki irisan bahan kajian guna menghindari tumpang tindih materi pembelajaran. Diskusi juga difokuskan pada penyempurnaan rumusan CPL Program Studi dan CPMK mata kuliah agar lebih terukur, relevan, dan mendukung pencapaian profil lulusan yang telah ditetapkan.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus adalah pembahasan implementasi model pembelajaran Project Based Learning (PBL) dan Case Method yang disesuaikan dengan ketentuan dan rekomendasi Asosiasi Penyelenggara Pendidikan Tinggi Psikologi Indonesia (AP2TPI). Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mardianto menghimbau agar mata kuliah yang bersifat teoritis diarahkan menggunakan pendekatan Case Method, sementara mata kuliah yang lebih aplikatif dan metodologis dapat menerapkan pendekatan Project Based Learning (PBL). Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia profesional.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Dekan I FPK UNP, Dr. Farah Aulia, S.Psi., M.Psi., yang menyampaikan pentingnya kesiapan dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan proses akademik, khususnya menjelang ujian. Beliau menekankan perlunya kesamaan persepsi dan kesiapan waktu di antara seluruh pihak agar pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat berjalan secara optimal, tertib, dan sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.
Berbagai isu strategis dibahas secara mendalam, mulai dari sebaran mata kuliah, distribusi beban SKS, keterkaitan antar mata kuliah, hingga penyempurnaan bahan kajian yang menjadi fondasi pengembangan kompetensi mahasiswa. Berbagai masukan yang muncul dalam forum menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kurikulum yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran semester Januari–Juni 2026, rapat juga membahas berbagai data pendukung yang diperlukan untuk kepentingan akreditasi program studi. Salah satu fokus utama adalah pendataan dan verifikasi publikasi ilmiah mahasiswa, khususnya artikel yang telah terbit pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus maupun jurnal nasional terakreditasi. Untuk publikasi pada jurnal SINTA 4, program studi juga menegaskan pentingnya memastikan artikel telah terindeks dalam Garuda sebagai salah satu indikator yang dibutuhkan dalam proses akreditasi.
Melalui kegiatan ini, Departemen Psikologi FPK UNP menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan implementasi Kurikulum 2026 berjalan secara optimal. Diharapkan hasil rapat dan berbagai rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi landasan yang kuat dalam mewujudkan proses pendidikan yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan lulusan psikologi.(hannyrufaidah)